Jumat, 24 Juni 2016

IT FORENSIK

Pembobolan ATM Dengan Teknik ATM Skimmer Scam
Belakangan ini Indonesia sedang diramaikan dengan berita “pembobolan ATM“. Para nasabah tiba-tiba saja kehilangan saldo rekeningnya akibat dibobol oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Untuk masalah tipu-menipu dan curi-mencuri adalah hal yang sepertinya sudah sangat biasa di Indonesia. Hal ini mungkin diakibatkan oleh kurangnya kesempatan kerja dan tidak meratanya pendapatan.
Berdasarkan data yang ada di TV dan surat kabar. Kasus pembobolan ATM ini di Indonesia (minggu-minggu ini) dimulai di Bali, dengan korban nasabah dari 5 bank besar yakni BCA, Bank Mandiri, BNI, BII dan Bank Permata. Diindikasikan oleh polisi dilakukan dengan menggunakan teknik skimmer.
  
Modus pembobolan ATM dengan menggunakan skimmer adalah:
  1. Pelaku datang ke mesin ATM dan memasangkan skimmer ke mulut slot kartu ATM. Biasanya dilakukan saat sepi. Atau biasanya mereka datang lebih dari 2 orang dan ikut mengantri. Teman yang di belakang bertugas untuk mengisi antrian di depan mesin ATM sehingga orang tidak akan memperhatikan dan kemudian memeriksa pemasangan skimmer.
  2. Setelah dirasa cukup (banyak korban), maka saatnya skimmer dicabut.
  3. Inilah saatnya menyalin data ATM yang direkam oleh skimmer dan melihat rekaman no PIN yang ditekan korban.
  4. Pada proses ketiga pelaku sudah memiliki kartu ATM duplikasi (hasil generate) dan telah memeriksa kevalidan kartu. Kini saatnya untuk melakukan penarikan dana. Biasanya kartu ATM duplikasi disebar melalui jaringannya keberbagai tempat. Bahkanada juga yang menjual kartu hasil duplikasi tersebut.

Tools yang digunakan pada contoh kasus
Tools yang digunakan pada contoh kasus diatas adalah dengan menggunakan hardware berupa head atau card reader, dimana hardware tersebut dapat membaca data yang tersimpan pada bidang magnet melalui pita magnet seperti halnya kaset. Tools hardware tersebut biasa dikenal dengan nama skimmer. Skimmer adalah sebuah perangkat yang yang terpasang didepan mulut keluar masuk kartu pada sebuah mesin ATM, yang akan bekerja mengumpulkan data dari Credit Card atau kartu ATM yang masuk dan keluar dalam mesin ATM.

Rabu, 15 Juni 2016

SURVEY INDOMARET "MANDALA" TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI

        Dewasa ini teknologi berperan sangat besar dalam mendukung suatu perusahaan atau organisasi sehingga dapat berkembang dengan pesat. Teknologi ini di aplikasikan ke dalam perusahaan atau organisasi untuk membantu kebutuhan bisnis perusahaan sesuai dengan fungsinya, misalnya saja untuk membantu perusahaan dalam bidang penjualan.
        Teknologi yang berperan sangat besar dalam dunia bisnis contohnya adalah teknologi informasi. Dengan adanya teknologi informasi, perusahaan atau organisasi dapat dengan mudah memperoleh dan meyediakan informasi yang diperlukan. Pengelolaan data dan informasi yang  cepat tepat, dan akurat tersebut akan sangat mempengaruhi efisiensi dan peningkatan kinerja dari perusahaan atau organisasi. Komputer adalah suatu alat yang dapat menyimpan data, mengolah data, dan memberikan informasi yang diinginkan secara tepat dan akurat yang berguna bagi perusahaan untuk kemajuan usahanya.

Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas dapat kita simpulkan rumusan masalah sebagai berikut :
1. Definisi Sistem
2. Definisi Informasi
3. Deifinisi Sistem Informasi
4. Perangkat Lunak yang Digunakan
5. Perangkat Keras yang Digunakan
6. Sistem yang Berjalan
7. Analisa Kebutuhan Sistem
             
Tujuan Penulisan
  • Menganalisa kebutuhan data dan informasi yang berkaitan dengan pembelian barang, penjualan barang , persediaan barang, dan penjualan barang atau produk pada Minimarket Indomare 
  • Menganalisa perangkat lunak dan perangkat keras yang digunakan
  • Menganalisa bagaimana input dan output pada Minimarket Indomaret

Metode Penelitian
1. Pengamatan Lapangan (survey)
Dilakukan dengan cara melakukan survey ke minimarket Indomaret “Perumahan Pondok Tirta Mandala” untuk mengetahui sistem yang sedang berjalan.
2. Wawancara
Wawancara dilakukan kepada karyawan Indomaret “Perumahan Pondok Tirta Mandala” terutama bagian kasir untuk mengetahui  bagaimana jalannya sistem tersebut.

PEMBAHASAN

Definisi Sistem
Menurut Jerry Fitz Gerald Sistem adalah suatu program kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan tertentu.
Adapun definisi sistem apabila di tinjau dari komponennya adalah kumpulan dari elemen-elemen yang terintegrasi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Definisi Informasi
        Informasi (information) didefinisikan oleh John Burch dan Ganf Grunditski sebagai berikut : “informasi adalah data yang telah di letakkan dalam konteks yang lebih berarti yang di komunikasikan kepada penerima untuk digunakan didalam pembuatan keputusan.
        Definisi informasi yang di berikan di atas, dapat di ambil kesimpulan bahwa informasi adalah:
1. Data yang di olah.
2. Menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.
3. Menggambarkan suatu kejadian-kejadian (event) dan kesatuan nyata (fact and   entity).
4. Digunakan untuk pengambilan keputusan.
        Sumber dari informasi adalah data. Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dari kesatuan yang nyata. Kejadian-kejadian (event) adalah sesuatu yang terjadi pada saat tertentu. Kesatuan nyata (fact and entity) adalah berupa objek nyata seperti tempat, benda dan orang yang betul-betul ada dan terjadi.

Definisi Sistem Informasi (SI) 
Kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen. Dalam arti yang sangat luas, istilah sistem informasi yang sering digunakan merujuk kepada interaksi antara orang, proses algoritmik, data, dan teknologi. Dalam pengertian ini, istilah ini digunakan untuk merujuk tidak hanya pada penggunaan organisasi teknologi informasi dan komunikasi, tetapi juga untuk cara di mana orang berinteraksi dengan teknologi ini dalam mendukung proses bisnis.

Perangkat Lunak yang Digunakan
            Perangkat lunak (software) yang digunakan untuk pengembangan sistem ini adalah sistem operasi Microsoft Windows XP Profesional
NO
Perangkat Lunak Komputer
Jumlah
1
WINDOWS XP
-

·         Micosoft Access 2003
Sistem basis data adalah sistem yang terdiri atas kumpulan tabel/file yang saling berhubungan dalam sebuah basis data dan sekumpulan program berupa DBMS (Database Management System ) yang memungkinkan beberapa pemakai dan atau program lain untuk mengakses dan memanipulasi file-file atau tabel-tabel tersebut. Adapun “DBMS” yang digunakan dalam sistem yang akan digunakan adalah Miccrosoft Access 2003

Perangkat Keras yang Digunakan
Dalam pengembangan sistem pengolahan data dan penjualan dibutuhkan pengadaan perangkat keras dengan komponen
Jenis Perangkat Keras

Jumlah

Komputer DualCore
2 unit
Spesifikasi :

Mouse Optical

Keyboard

Simbadda SIM V

Scanner

Acer LCD 15,6”

DVD ROM

Printer dotmatrix-LX
2 Unit

System yang berjalan pada Minimarket ini sebagai berikut :
  • Pelanggan membayar barang di kasir.
  • Kasir menghitung total penjualan barang yang dibeli pembeli.
  • Kasir menghitung total harga.
  • Kasir memberikan nota penjualan ke pembeli.
  • Admin meminta laporan penjualan harian ke kasir.
  • Admin meminta laporan penjualan harian
  • Kasir memberikan laporan penjualan harian ke admin.
  • Admin mengecek persediaan barang 
  • Admin memesan barang ke suplier
  • Suplier mengirimkan barang dan memberikan faktur.

Analisa kebutuhan sistem
      Dalam perancangan sistem aplikasi khususnya pengelolaan sistem penjualan. Dalam hal ini output yang di perlukan oleh mini market di antaranya:
Adalah printer sebagai pencetakan dalam laporan pemebelian barang (NOTA).
      Input yang digunakan pada Indomaret “MANDALA” adalah sebagai berikut : keyboard, mouse, scanner

Identifikasi Kebutuhan Pemakai
Kebutuhan pemakai terhadap system diidentifikasi sebagai berikut: 
  • System yang akan dibuat harus dapat membantu pekerjaan operasional pegawai, dan owner. 
  • System harus dapat dioperasikan terutama oleh kasir sebagai user utama dan Owner serta pegawai lainnya sesuai dengan kapasitas pekerjaan masing-masing. 
  • System yang diperuntukkan bagi kasir harus dapat dioperasikan layaknya sebuah Cash Register atau Point of Sale.
  •  Data yang menjadi masukan bagi system harus dapat langsung diinputkan dari sumber asalnya dan harus dapat dibaca oleh pihak lain yang membutuhkannya (pembeli).
  •  System harus dapat menyimpan data barang.
  • Semua data disimpan dipusat (centralized). 
  • Dapat membuat laporan setiap Kasir disetiap akhir tugasnya. 
  • Terdapat laporan periodik (harian dan bulanan) untuk Owner berupa laporan penerimaan kas dan laporan rekapitulasi penjualan dari beberapa sisi yang telah ditentukan . 
  • Semua proses yang ada harus terintegrasi dalam satu paket

Kesimpulan
     Dengan selesainya seluruh kegiatan penelitian, maka kami dapat menarik kesimpulan sebagai berikut :
     Sistem komputerisasi diperlukan untuk membantu Indomaret “MANDALA” yang berkepentingan dalam mengolah data tranksaksi penjualan maupun pembelian dimana karyawan tersebut hanya menginputkan data saja dan proses dilakukan oleh computer sehingga akan meminimalkan tingkat kesalahan yang biasanya terjadi dalam sistem manual.
  • Dan dalam penggunaan Komputer di Indomaret “MANDALA” kita dapat menentukan termasuk ke dalam golongan komputer Mini Komputer, Micro Komputer, Small Komputer, Medium Komputer, Large Komputer atau Super Komputer. 
Dengan memperhatikan sebagai berikut :
            Main Memory, Operand Registion, Kecepatan, Ukuran dan Biaya.
  • Berdasar data yang diolah penggunaan komputer pada Indomaret “MANDALA” termasuk ke dalam Digital Komputer. 
  • Berdasar penggunaannya termasuk ke dalam Special Purpose Komputer karna hanya dapat digunakan sebagai alat bantu perhitungan di kasir. 
  • Alat Input Langsung yang digunakan adalah Keyboard yang berupa point-of-sale, Pointing Device yang digunakan adalah Mouse, Scanner 
  • Serta alat ouput yang digunakan adalah berupa Hard Copy Device yaitu Printer dan yang termasuk kedalam Impact Printer yaitu Dot Matrix Printer.

Presentasi E-Commerce

KERANGKA DASAR E-COMMERCE
Aplikasi e-commerce disusun berdasarkan infrastruktur teknologi yang sudah ada, yaitu kombinasi antara komputer, jaringan komunikasi, dan software komunikasi sehingga menjadi Information Superhighway. Gambar 1.5 menunjukkan berbagai aplikasi e-commerce yang tidak akan berjalan tanpa hal-hal yang terdapat dalam infrastruktur berikut
  • Jasa bisnis umum, sebagai jasa untuk proses pembelian & penjualan.
  • Distribusi pesan dan informasi, sebagai sarana pengiriman dan pengambilan informasi.
  •  Isi Multimedia dan Publikasi Jaringan, untuk pembuatan produk dan sarana mengkomunikasikannya.
  • Information Superhighway, sebagai landasan utama untuk penyediaan system highway (jalan utama) dimana seluruh aktivitas e-commerce akan menggunakan jalan utama terse

DEFINISI  E-COMMERCE
Electronic Commerce (e-Commerce) adalah proses pembelian, penjualan atau pertukaran produk, jasa dan informasi melalui jaringan komputer. e-Commerce merupakan bagian dari e-business, di mana cakupan e-business lebih luas, tidak hanya sekedar perniagaan tetapi mencakup juga pengkolaborasian mitra bisnis, pelayanan nasabah, lowongan pekerjaan dll. Selain teknologi jaringan www,
e-Commerce juga memerlukan teknologi basisd ata atau pangkalan data(databases), e-surat atau surat elektronik (e-mail), dan bentuk teknologi non komputer yang lain seperti halnya sistem pengiriman barang, dan alat pembayaran untuk e-Commerceini.
a)       Electronic Commerce (e-Commerce) merupakan konsep baru yang biasanya
digambarkan sebagai proses jual beli barang atau jasa pada World Wide Web Internet atau proses jual beli atau pertukaran produk, jasa dan informasi melalui jaringan informasi termasuk internet.

E-commerce dapat didefinisikan dari beberapa perspektif:
  • Komunikasi: pengiriman barang, jasa, informasi, atau pembayaran melalui jaringan komputer atau sarana electronik lainnya 
  • Perdagangan: penyediaan sarana untuk membeli dan menjual produk, jasa, dan informasi melalui Internet atau fasilitas online lainnya  
  • Pembelajaran: sarana pendidikan dan pelatihan online untuk sekolah, universitas, dan organisasi lain termasuk perusahaan 
  • Kolaborasi: metoda kolaborasi antar dan intra organisasi  
  • Komunitas: tempat berkumpul (mangkal) bagi anggota suatu masyarakat untuk belajar, mencari informasi, melakukan transaksi, dan berkolaborasi
b)        Penggolongan e-Commerce yang lazim dilakukan orang ialah berdasarkan sifat
transaksinya. Menurut M.Suyanto (2003) tipe-tipe berikut segera bisa
dibedakan:
1) Business to Business (B2B)
2) Business to Consumer (B2C)
3) Consumer to Consumer (C2C)
4) Consumer to Business (C2B)
                           

JENIS – JENIS E-COMMERCE

ü  Business-to-consumer (B2C): pihak penjual adalah suatu
organisasi, dan pihak pembeli adalah perorangan. proses bisnis di Internet yang terjadi antara organisasi sebagai penyedia produk dan konsumen individu sebagai pembeli. Transaksi dilakukan secara elektronik menggunakan kartu kredit setelah mereka dapat memilih dari sekian banyak penyedia secara nyaman lewat Internet. Amazon.com dan Dell adalah salah dua perusahaan yang sukses untuk bisnis jenis ini.

ü  Business-to-business (B2B):  
                   baik pihak penjual dan pembeli kedua-duanya adalah organisasi bisnis. dimana pihak yang berperan sebagai penyedia dan pembeli adalah organisasi. Jenis ini berkembang luas dan memberi banyak kesempatan sejak diawali oleh teknologi sebelumnya, EDI (Electronic Data Interchange). Produk yang disediakan beragam seperti bahan industri, spare part mobil,peralatan untuk pesawat terbang.

ü  Consumer-to-consumer (C2C):
pihak perorangan menjual produk ataupun jasa ke orang lain. di mana individu berperan sebagai penyedia produk dan individu lain sebagai pembelinya. Salah satu situs yang melayani layanan ini adalah e-Bay yang terkenal dengan layanan lelangnya. Layanan ini membantu para individu tersebut untuk memasang situs tersendiri untuk menawarkan barang-barangnya melalui koran atau iklan-iklan tradisional. Paling tidak ini adalah alternatif yang memungkinkan penawaran kepada masyarakat yang lebih luas.

ü  Consumer-to-business (C2B):
            model EC dimana individu menggunakan Internet untuk menjual produk atau jasa kepada perusahaan atau individu, atau untuk mencari penjual atas produk atau jasa yang diperlukannya.


APLIKASI PENDUKUNG E-COMMERCE

1. E-mail dan Messaging
2. Content Management Systems
3. Dokumen, spreadsheet, database
4. Akunting dan sistem keuangan
5. Informasi pengiriman dan pemesanan
6. Pelaporan informasi dari klien dan enterprise
7. Sistem pembayaran domestik dan internasional
8. Newsgroup
9. On-line Shopping
10. Conferencing
11. Online Banking

Manajemen Risiko

Istilah (risk) risiko memiliki berbagai definisi. Risiko dikaitkan dengan kemungkinan kejadian atau keadaan yang dapat mengancam pencapaian tujuan dan sasaran organisasi.
Vaughan (1978) mengemukakan beberapa definisi risiko sebagai berikut :
1.      Risk is the chance of loss (Risiko adalah kerugian).
Chance of Loss biasanya dipergunakan untuk menunjukkan suatu keadaan dimana terdapat suatu keterbukaan terhadap kerugian atau suatu kemungkinan Kerugian.Dalam ilmu statistik, chance dipergunakan untuk menunjukkan tingkat probabilitas akan munculnya situasi tertentu. Sebagian penulis menolak definisi ini karena terdapat perbedaan antara tingkat risiko dengan tingkat kerugian. Dalam hal chance of loss100%, berarti kerugian adalah pasti sehingga risiko tidak ada.

2.      Risk is the possibility of loss (Risiko adalah kemungkinan kerugian).
Istilah possibility berarti bahwa probabilitas sesuatu peristiwa berada diantara nol dan satu. Namun, definisi ini kurang cocok dipakai dalam analisis secara kuantitatif.  Dari berbagai definisi diatas, risiko dihubungkan dengan kemungkinan terjadinya akibat buruk (kerugian) yang tidak diinginkan, atau tidak terduga.  
Dengan kata lain, kemungkinan itu sudah menunjukkan adanya ketidakpastian. Atau juga bisa disebut ketidakpastian tentang kejadian di masa depan.

Pengertian risiko dapat dijelaskan sebagai berikut.
Pengertian pertama adalah : ketidakpastian (uncertainty) yang mungkin melahirkan peristiwa kerugian (loss).
Pengertian risiko yang kedua adalah : ketidakpastian atas terjadinya suatu peristiwa

3.         Risk is uncertainty (Risiko adalah ketidakpastian)
Resiko timbul karena adanya ketidakpastian akan terjadinya peristiwa / hal-hal / musibah yang akan menyebabkan kerugian, yang berarti bahwa ketidakpastian itu merupakan kondisi yang menyebabkan tumbuhnya resiko.

Jadi risiko itu terdiri dari tiga unsur penting, yaitu kejadian, kemungkinan, dan akibat.  Risiko itu berhubungan dengan suatu kejadian, dimana kejadian tersebut memiliki kemungkinan untuk terjadi atau tidak terjadi, dan jika terjadi ada akibat berupa kerugian yang ditimbulkan.
Sebagai contoh, risiko ”barang tidak terjual”:
Kejadian-nya        : Barang yang diproduksi tidak laku terjual.
Kemungkinan-nya: Barang yang diproduksi bisa saja (memungkinkan untuk) terjual atau bisa saja tidak terjual.
Akibat-nya              : Jika barang sampai tidak terjual, akibat yang merugikan adalah tidak memperoleh pendapatan sementara sudah banyak biaya yang dikeluarkan.

Jenis risiko, yang terbagi menjadi tiga, yakni :
• Ketidakpastian ekonomi (economic uncertainty). Contoh dari ketidak pastian ekonomi antara lain adalah hasil kompetisi bisnis, atau juga akibat globalisasi ekonomi. Dengan adanya globalisasi, maka ada begitu banyak variabel yang saling berhubungan, sehingga menimbulkan ketidakpastian. Naiknya harga minyak, krisis finansial, atau juga melemahnya dolar adalah sejumlah contoh tentang ketidakpastian ekonomi. 

• Ketidakpastian alam (nature uncertainty). Berbagai bencana alam acapkali datang dengan tidak terduga. Ada gempa bumi, tsunami atau juga banjir bandang yang tiba – tiba melanda.

• Ketidakpastian perilaku manusia (human uncertainty). Banyak manusia yang tidak memiliki sikap disiplin yang tinggi. Contoh pengendara sepeda motor yang perilakunya acapkali melanggar aturan; sehingga menimbulkan ketidakpastian dalam pengaturan lalu lintas.